Senin, 22 Agustus 2016

Minggu, 10 Juli 2016

Cerita tentang semester 6 - Sebuah Pembuktian

Selamat Putri IPnyaaaa!!! Pasti seneng banget deh, dengan semua perjalanan dan perjuangan berdarah darah kemariin :D

Angin, 2 Juli 2016
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Semester 6 adalah semester yang paling sulit dan mengerikan untukku, dan aku yakin bahkan hingga aku lulus nanti, tidak akan ada semester yang dapat mengimbangi semester 6 sebagai semester termengerikan ini.
Tidak terhitung seberapa besar kekhawatiran dan ketakutanku di semester 6 ini.
Tidak terhitung lagi berapa kali bantalku basah karena air mata.
Mudah sekali untuk mataku terasa panas dan air mata pun mengalir.
Iya, Semester 6 ini mengerikan.

Tapi aku belajar 1 hal yang sangat berarti, aku telah membuktikan 1 hal.
bahwa manusia memiliki kemampuan yang luar biasa.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Yogyakarta, Awal Februari 2016

Uwaaa akhirnya aku bisa kembali ke kehidupan normal setelah meninggalkan kampus selama 1 Semester! Aku sangat merindukan kuliah dan teman-teman dan sahabat-sahabat di Jogja ="D
Hari-hari dan rutinitas yang sangat aku kenal pun aku jalani selama dua minggu.
Dua minggu?
Iya, hanya dua minggu. Aku harus pergi lagi di awal minggu ketiga dalam rangka mengikuti YSEALI Academic Fellow SEED @ Arizona State University.
Ting tong, tepat sekali.
Masa kuliah sebelum UTS adalah 7 minggu sehingga aku akan menghadapi UTS begitu aku sampai Jogja.

Untuk seorang mahasiswi yang tidak pernah bolos sekalipun (oke, pernah bolos sekali karena ngambil data di Klaten dan terlalu telat untuk masuk kelas, ada izin karena ikut lomba jugaa)
Bolos satu mata kuliah adalah hal yang tabu
Bolos 5 Minggu? itu adalah super nightmare yang mengerikan.

Dan Ya, Nightmare itupun, indeed, happened.


United States, 19 Februari-27 Maret

Selama di Amerika, aku dan other fellows memiliki jadwal yang sangat penuh dari pagi hingga malam,

Selasa, 05 Juli 2016

Berhenti, Lihat, dan Maju. Mari Berbahagia!

Medan dan Yogyakarta sebelum ke Singapore

Seorang gadis yang akan segera menginjakkan kakinya pertama kali di Singapore adalah seorang gadis yang datang dengan mata bersinar cerah dan tidak pernah bertanya apa itu arti kebahagiaan.

Kenapa?

Karena hidup yang dilalui gadis itu adalah jalan mulus yang ditengahnya hanya ada beberapa tanjakan dan kerikil-kerikil kecil. Jalan yang terbagi di depannya hanyalah menjadi 2 atau paling banyak 3 sehingga tidak banyak yang dikorbankannya setiap kali memilih jalan.

Gadis itu adalah gadis yang dikelilingi dan dilimpahi kasih sayang dari orang-orang yang dicintainya dengan sepenuh hati, dari cinta pertamanya (angin), sahabat-sahabat yang dengan mereka dia menghabiskan waktu dengan bersenang-senang maupun berbagi masalah, dan keluarga di rumah yang selalu menyambut setiap kepulangan dengan hangat.
Gadis itu adalah gadis yang memiliki hidup sangat stabil di dunia perkuliahan, belajar sungguh-sungguh mengenai kuliah, mengikuti lomba-lomba untuk mengembangkan kreativitas dan berorganisasi dimana dia belajar tentang bekerjasama dan kepemimpinan.
Gadis itu adalah gadis yang memenuhi tugasnya untuk mengabdi kepada masyarakat, mengajar di panti asuhan, bakti sosial ke desa, dan belajar sambil bermain di desa.

Hidup yang sangat sederhana, lurus dan nyaman.  a really comfort zone.

Kala itu, jika kamu bertanya apa hal yang paling diinginkan gadis itu dalam hidupnya?
jawabannya adalah BAHAGIA

Singapore, Agustus 2015

Hampir 1 tahun yang lalu adalah waktu dimana gadis itu memutuskan untuk melihat dunia.
Ya, dia memutuskan untuk mengikuti pertukaran pelajaran selama 1 semester di Nanyang Technological University, Singapore.

Simply said, She decided to get out of comfort zone.

Gadis itu belajar banyak mengenai kehidupan selama di Singapore, banyak sekaaali, baik mengenai kehidupan maupun pengetahuan.
Salah satu hal yang paling penting yang dipelajari mengenai kehidupan adalah kebahagiaan.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAHAGIA




Senin, 13 Juni 2016

Sabar dan Ikhlas


“Kamu tahu Fahri, apa yang sedang terjadi pada dirimu saat ini?”

“Aku difitnah…!”

“Tidak…! Tapi, ketahuilah, bahwa sesungguhnya, saat ini Allah sedang berbicara kepadamu. Dia berbicara kepadamu lewat penderitaanmu. Dia sedang mengajarimu arti sebuah kesombongan”

“Apa yang aku sombongkan? Aku tidak punya apa-apa. Aku bantu perempuan itu, karena aku menghormati perempuan. Tapi lihat, apa balasannya kepadaku? Dia memfitnahku!”

“Itulah kesombonganmu..! Kamu merasa paling benar! Merasa paling suci! Ingat, ketika Nabi Yusuf dipenjara karena difitnah oleh Zulaikha? Beliau lebih memilih dipenjara. Dalam doanya, beliau berkata: “Ya Allah, jika penjara lebih baik bagiku daripada di alam bebas, maka aku ikhlas menerimanya”. Lihat Fahri, Nabi Yusuf lebih memilih berada di penjara, asal bisa tetap dekat dengan Allah, daripada di alam bebas, tapi berkumpul dengan orang-orang yang penuh dusta!”

“Lantas, aku harus bagaimana?”

“Kamu harus sabar dan ikhlas Fahri, karena itulah inti Islam. Saat ini, kesabaran dan keikhlasanmu atas hidupmu sedang diuji. Jangan pernah putus asa. Jadi ingat, SABAR DAN IKHLAS, ITULAH ISLAM!”

sumber: Film ayat-ayat Cinta

JK Rowling Harvard Commencement Speech (Benefits of failure)


Ultimately, we all have to decide for ourselves what constitutes failure, but the world is quite eager to give you a set of criteria if you let it. So I think it fair to say that by any conventional measure, a mere seven years after my graduation day, I had failed on an epic scale. An exceptionally short-lived marriage had imploded, and I was jobless, a lone parent, and as poor as it is possible to be in modern Britain, without being homeless. The fears that my parents had had for me, and that I had had for myself, had both come to pass, and by every usual standard, I was the biggest failure I knew.

Minggu, 05 Juni 2016

Muhammad Ali, what are you going to do when you retire from boxing?


Muhammad Ali is perhaps the most well-known American convert to Islam. A three-time World Heavyweight Champion, who embraced Islam in 1965, Ali is one of the first public figures in America to be identified with Islam. In fact, no other athlete has been given more media attention than he. Ali has appeared on the cover of Sports Illustrated more than thirty times, and his name and face are known to people all over the world.

Ali was born Cassius Marcellus Clay in 1942 in Louisville, Kentucky, of a Baptist mother and Methodist father. He started boxing at a young age so as to be able to buy his parents a car; by the time he was in his twenties, many considered him the greatest fighter of all time. After winning the Rome Olympics in 1960, he became the darling of the American public--handsome, charming, and greatly successful. In 1963 he recorded an album in which he extolled his own merits ("I am the greatest") in a stunt that brought him even greater publicity.

Here it the interview from the year 1977. Muhammad Ali was visiting Newcastle, England and it was a typical question and answer type of forum where his British fans could ask him questions. What I found so profound while listening to this interview was how Ali could take a seemingly simple question and answer it in a way to preach about the Oneness of God. In this particular interview a young boy asks Ali the following question and his captivating response is mesmerizing. Ali would take every opportunity to give Dakwah and use his fame and stature to make the public contemplate about man's existence, life after death, and the necessary requirements to receive Allah's Jannah.


Q: Muhammad, I'd like to know what you are going to do when you retire from boxing?

Senin, 30 Mei 2016

Putri's Favorite Video

This is a video that I love the most, ever
It is heart touching and heart breaking
It is very sweet and beautiful
Enjoy~


Minggu, 29 Mei 2016

Kembali kumpul dengan keluarga kecilku, SOSMAS BEMKMFT UGM

Aku sangaaaaat menyayangi anak-anak SOSMAS dan sangat beruntung karena merupakan bagian dari keluarga SOSMAS =D
Kalau kalian ingin bertemu anak teknik yang humornya lucu, kacau dan aneh dan melihat mereka membuat kalian lupa bahwa anak teknik adalah anak-anak yang otaknya penuh dengan angka, rumus dan pemrograman, let me introduce you, jejeeeeng!!
Jawabannya adalah anak SOSMAS, tadaaaa~ =D

Semenja aku kembali kuliah seperti biasa, aku mengikuti beberapa hal bareng anak sosmas, iniiii =D


Motivasi Panti bareng anak2 sosmas yang super lucu dan kacau dengan adik2 yang lucu jugaaaa*love*

Minggu, 22 Mei 2016

Prinsip Hidup Putri


work hard
talk less
do what you feel is right
learn from your mistakes
build people up
laugh often
stop complaining
invest in yourself
dream big
plan ahead
love unconditionally